Skip to main content

Dari Ular Tangga, Facebook hingga Briptu Norman

“Kami sangat senang, ada masyarakat yang mengatakan ‘untung ada polisi yang membantu dan menangani’,” ungkap salah satu polisi lalu lintas (Polantas) di Pos Sat Lantas di Nagoya membuka percakapan dengan Haluan Kepri, Rabu (14/4) lalu.

Harapan ini tentu tidak muluk-muluk. Mereka, para polantas yang selalu berjaga selama 12 jam di pos-pos lalu lintas di Kota Batam, mengharapkan keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat mendatangkan manfaat atau keuntungan lebih banyak. Dengan adanya satuan polisi, banyak permasalahan masyarakat terbantu dan terselesaikan.

“Ada kepuasan tersendiri yang kami peroleh ketika membantu masyarakat. Dan hal itu menjadi penyemangat kerja,” ujar salah satu polantas yang berinisial T sembari mengisap rokok.

Seorang polantas muda, bercerita, tak jarang pula ia dan rekan kerjanya mendorong mobil yang mogok di tengah jalan. Tak pandang waktu. Di tengah terik mentari ataupun sedang deras-derasnya guyuran hujan membasahi bumi.

Tidak hanya itu, beberapa kali mereka juga ikut serta membersihkan jalan-jalan yang terhalang pohon tumbang, melancarkan arus lalu lintas pascainsiden kecelakaan di tengah jalan, dan mewujudkan kelancaran berlalu lintas lainnya.

“Itu tugas kami. Kami tak mengeluh mengerjakannya. Sebagai abdi negara, kami berkewajiban membantu kelancaran pengguna jalan raya,” terangnya dengan suara membahana.

Satuan polisi lalu lintas, tambah T, selalu bekerja sama guna mewujudkan kelancaran berlalu lintas di jalan raya. Dalam menjalankan semua itu, banyak pengalaman manis sekaligus pahit yang didapatkan. Mulai dari cuaca yang kurang bersahabat, pengguna jalan raya yang tak taat aturan, dan seterusnya.

“Kami tak punya waktu istirahat khusus, seperti istirahat siang. Kami makan siang bergantian. Pos ini tak boleh kosong,” terang salah satu polantas dengan inisial B.

Kadang, sambung H, masyarakat juga kurang dewasa dalam menyikapi disiplin berlalu lintas. Ketika ditegur karena melakukan kesalahan, ada yang marah dan jengkel. Namun, polantas dilarang terbawa emosi dan bersabar menghadapi sikap masyarakat seperti itu.

“Kami terus berusaha memberikan pelayanan dan pemahaman terbaik bagi mereka. Kuncinya, 3S. Senyum, sapa, dan salam bagi masyarakat,” jelas H.

Untuk mengurangi ketegangan itu, tak jarang satuan polantas ini menghibur diri dengan berbagai cara. Ada yang bermain ular tangga, berjoget dan bernyanyi bersama dengan alunan musik kegemaran mereka, ataupun berchit-chat ria dengan handphone masing-masing. Karena beberapa dari mereka tak ketinggalan juga memiliki akun Facebook dan Twitter.

“Sejak Bribtu Norman terkenal, di sini sering pula kami mutar lagu itu (Chayya-chayya-red),” cerita H sambil tertawa disusul rekan-rekannya.

Tapi, sanggah polantas berinisial B, ketika bertugas, polantas diharamkan bermain kartu dan sebagainya yang mengesankan kepada perjudian. Ini aturan utama dan tak boleh dilanggar. Jika melanggar, siap-siap diberhentikan atau dipindahtugaskan.

Polantas muda dengan inisial A menambahkan, dalam bekerja mereka selalu mengedepankan hati nurani dan kemanusiaan. Tidak semua masyarakat yang melanggar aturan lalu lintas ditilang. Pertimbangannya macam-macam. Ada yang sedang terburu-buru mengurus sesuatu yang penting dan mendesak, dan ada pula demi keselamatan anggota keluarga.

“Kami tidak menilang. Kami memberikan arahan, aturan berlalu lintas, dan memaafkan mereka,” katanya.

Namun, sambungnya, jika masyarakat paham dengan aturan berlalu lintas tetapi sengaja melanggar aturan, akan langsung ditilang.

“Ada orang-orang seperti itu. Mintak ditilang, ya kami tilanglah” katanya meyakinkan.

Comments

Popular posts from this blog

Gilby Mohammad

ASUS ZenBook 13: Laptop Istimewa Para Pejalan

Bagi para pejalan (traveler, tugas luar kota, dan peneliti) kadang suka was-was menyimpan laptop di koper dan masuk bagasi pesawat. Tetapi cukup berat dan merepotkan jika laptop dijinjing atau dikundang di punggung. Tak mungkin juga ditinggal karena ia instrumen primer dalam bekerja, baik indoor maupun outdoor . Alhasil, sering-sering, hubungan kita dengan laptop tak ubah macam hate-love relationship , benci tapi cinta, sebel tapi rindu, dekat mbosenin jauh ngangenin . Untuk mengakali itu semua saya moved on kepada laptop ASUS seri Notebook putih a.k.a Saun. Saun menjadi sobat setia yang menemani saya kian kemari berpindah kota dan pulau. It’s so handy , eye catching , ramping, dan nyaman dikundang. Saya bersyukur ASUS pernah mengeluarkan seri Notebook ini. Tampilannya asik dan bersahabat di kantong. Ia membantu saya keluar dari jeratan laptop yang besar, berat, dan membosankan. Kabar gembira pun kembali datang dari ASUS, brand idola saya untuk laptop dan tablet. Kali ini AS...

#10YearsChallenge: Sekuat Apa Dirimu?

Ketika dunia virtual hiruk pikuk dengan perubahan hidup selama 10 tahun, 2009-2019, satu hal yang terbayang kuat ialah sosok Abak yang berpulang di penghujung 2009. Lelaki tergolong muda dan kuat tersebut pergi jauh hari, 8 tahun, sebelum cucu perempuan pertamanya lahir ke dunia, Aru –disusul Dinda. Ia tak pernah melihat kedua gadis kecil tersebut. Tapi Amak, perempuan setia-penyayang-penuh kasih, yakin dan meyakinkan anak-anaknya bahwa Abak sering “pulang” ke rumah, melihat anak-anaknya, cucu-cucunya, dan tentu istri tersayangnya. “Tandanya”, kata Amak, “Jika cicak-cicak di dinding ini ramai bersahutan, itu Abak pulang”. Meski aku ragu, aku tak pernah menyangkal. Jika itu membuat Amak bahagia, lega, dan semakin ikhlas akan kepergian Abak, tak mengapa kugadaikan semua akal sehat dan nalarku. Hanya berselang beberapa bulan setelah ulang tahun Aru genap setahun, dan sepekan sebelum Dinda menanjak setahun, Uda Dedi, kakak kami tersayang, putra sulung Amak-Abak, berpulang dalam kondis...