Skip to main content

Mobil BMW untuk Nasabah Loyal Bank Bukopin


BATAM-Nagoya-Sebagai apresiasi kepada nasabah yang loyal, Bank Bukopin kembali meluncurkan Program Undian New BMW 320i dengan Tag Line "BMW-nya Enggak Abiiesz...Abiiesz" yang merupakan program lanjutan dari tahun sebelumnya. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kepercayaan dan loyalitas nasabah kepada Bank Bukopin di Batam.

Hal ini disampaikan Pathamsyah Ismail, AVP selaku Pimpinan Cabang Bank Bukopin di Batam, kepada wartawan ketika meluncurkan Program Tabungan SiAga Bukopin Berhadiah BMW dan Bukopin Go Digital di restoran La Cruise, Nagoya Hill, Kota Batam, Senin (11/4) lalu.

"Bank Bukopin serentak meluncurkan program ini pada hari yang sama di seluruh Indonesia," katanya.

Periode program kali ini, tambah Pathamsyah, berjalan selama delapan bulan berlaku dari April hingga November 2011. Bank Bukopin pun menyediakan satu unit mobil BMW setiap bulan untuk diundi. Kesempatan untuk ikut undian ini berlaku bagi setiap nasabah yang memiliki rekening tabungan Bank Bukopin. Adapun jenis tabungan yang diikutsertakan dalam undian ini yaitu, Tabungan SiAga Bukopin, Tabungan SiAga Bukopin Bisnis Perorangan, Tabungan SiAga Bukopin Premium, Tabungan SiAga Bukopin Kerjasama, dan Tabungan Rencana Bukopin.

Adapun nasabah yang dapat mengikuti program ini adalah nasabah yang memiliki saldo rata-rata harian dalam satu bulan sebesar Rp 5 juta. Setiap nasabah akan mendapatkan satu poin dan minimal poin yang dapat diundi adalah sebanyak 10 poin. Semakin banyak saldo tabungan nasabah perbulannya, semakin besar kesempatan memenangkan Hadiah Undian New BMW 320i.

"Di Batam, sudah ada dua nasabah yang mendapatkan mobil BMW. Seorang karyawan bandara dan satu lagi nasabah di Batuaji," terang Pathamsyah.

Tidah hanya Program Undian BMW yang diluncurkan, Bank Bukopin juga melakukan gebrakan dengan meluncurkan Bukopin Go Digital dalam bentuk Social Media Communication. Bank Bukopin secara resmi membuka official account Facebook dengan nama 'bukopinsiaga' dan akun Twitter '@bukopinsiaga'.

"Program hadiah pun akan digelar di jejaring sosial dalam bentuk hadiah langsung atau diskon khusus di merchant-merchant yang sudah bekerja sama dengan Bank Bukopin," pungkas Pathamsyah.

Comments

Popular posts from this blog

Jakarta Undercover, Seksualitas Membabi Buta Orang-orang Ibu Kota Negara

Judul : Jakarta Undercover 3 Jilid (Sex 'n the city, Karnaval Malam, Forbidden City) Pengarang : Moammar Emka Penerbit : GagasMedia Tebal : 488/394/382 halaman Cetakan : 2005/2003/2006 Harga : Mohon konfirmasi ke penerbit Resensiator : Adek Risma Dedees, penikmat buku Jakarta Undercover, buku yang membuat geger Tanah Air beberapa tahun silam, pantas diacungi empat jempol, jika dua jempol masih kurang. Buku ini menyuguhkan beragam peristiwa dan cerita malam yang kebanyakan membuat kita ternganga tak percaya. Kebiasaan atau budaya orang-orang malam Jakarta yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Ini bukan perihal percaya atau tidak, namun merupakan tamparan fenomena dari kemajuan itu sendiri. Menurut pengakuan penulis dalam bukunya, Moammar Emka (ME), yang seorang jurnalis di beberapa media lokal Ibu Kota, tentu saja cerita ini didapatkan tidak jauh-jauh dari pergulatan kegiatan liputannya sehari-hari. Tidak kurang enam tahun menekuni dunia tulis menulis, ME pun menelurkan ber...

Gangnam Style dalam Perspektif Konstruksi Identitas

KETIKA Britney Spears diajari berGangnam Style ria oleh Psy, sedetik kemudian tarian menunggang kuda ini menjadi tren baru dan memecah rekor baru di YouTube. Guinness World Records menganugerahi sebagai video yang paling banyak dilihat yakni 200 juta kali dalam tiga bulan. Sebuah pencapaian yang tak diduga sebelumnya, begitu kira-kira kata Dan Barrett. Park Jae Sang pun mendapat nama dan melimpah job baik di Asia maupun di Amerika Serikat. Google dengan jejaring luasnya bercerita jika horse dance ini adalah sindiran kepada anak muda Korea yang tergila-gila memperganteng, mempercantik, memperlangsing, dan mempertirus tubuh dan wajah sebagai ‘syarat utama’ penampilan dan pergaulan di negeri itu. Tak ketinggalan juga mengkritik gaya hidup yang cenderung high class serta selalu mengejar kesempurnaan. Di kawasan elit Gangnam inilah anak muda dan masyarakat Korea bertemu dengan rumah-rumah bedah, salon kecantikan, serta starbuck-starbuck ala Korea. Psy mengkritik –mungkin tepatnya mela...

Review The Commodity as Spectacle by Guy Debord

Menurut Debord sistem kapitalisme yang mendominasi masyarakat menciptakan kesadaran-kesadaran palsu para penonton atau audiens untuk memenuhi segala bentuk kebutuhan, baik berupa barang (komoditas) ataupun perilaku konsumtif. Kesadaran palsu ini dibangun melalui citra-citra yang abstrak atau bahkan irrasional, yang dianggap rasional oleh penonton, sebagai bentuk pengidentifikasian diri dalam relasi sosial. Relasi sosial ini bergeser jauh dan dimanfaatkan oleh era yang berkuasa sebagai komoditas dalam dunia tontonan. Kaum kapitalis mempunyai kontrol yang kuat atas apapun termasuk mampu mengubah nilai-nilai personal menjadi nilai tukar. Hal ini sejalan dengan otensitas kehidupan sosial manusia, dalam pandangan Debord, telah mengalami degradasi dari menjadi (being) kepada memiliki (having) kemudian mempertontonkan (appearing). Ketiga aspek ini selalu dikendalikan atau disubtitusikan dengan alat tukar yakni uang. Ketika ketiga aspek ini tidak terpenuhi, penonton tidak hanya terjajah (he...