Skip to main content

IPK vs Pengalaman Organisasi

Dunia kerja memang selalu mendahulukan lulusan perguruan tinggi yang memiliki IPK mendekati angka 4 dibanding IPK yang jauh dari angka tersebut. Paradigma ini ditelan bulat-bulat dan mentah-mentah oleh mahasiswa sejak masuk perguruan tinggi hingga keluar perguruan tinggi. Alhasil kerja dan kegiatan mahasiswa pun di kampus hanya kuliah melulu (study oriented) selama 4, 5, atau 6 tahun kemudian. Tak ada waktu berleha-leha mengurusi mahasiswa lain, sosial masyarakat sekitar, atau pun agenda mengkritik kebijakan pemerintahan. Singkatnya tak ada kamusnya berorganisasi. Sesegera mungkin, paradigma ini harus diubah.
Sejauh ini berorganisasi dapat melatih mental dalam beropini, berdebat dengan orang lain serta mempunyai gaya bicara yang baik dalam mengahadapi lawan bicara. Mental mereka lebih berani dan tidak canggung untuk kritis dan mengeluarkan pendapat maju di depan pendengar. Mahasiswa tidak hanya pasif dalam mendapatkan ilmu pengetahuan tapi juga berlatih aktif memecahkan masalah sendiri. Ini merupakan pengalaman berharga yang tidak ternilai, dan tidak bisa didapatkan jika hanya berdiam diri di lokal kuliah atau di kosan. Memahami cara kerja organisasi dan termanifestasikan dalam penyiapan diri untuk menjadi agents of change setelah menyelesaikan studi dan kembali kemasyarakat.

Comments

Popular posts from this blog

Gilby Mohammad

Etika Religius untuk Masyarakat Modern

Judul : Agama dan Bayang-bayang Etis Syaikh Yusuf Al-Makassari Penulis : Dr. Mustari Mustafa Penerbit : LKiS Yogyakarta Tebal : xii + 206 halaman Cetakan : I, Juni 2011 Harga : Rp 40.000,- Resensiator : Adek Risma Dedees, Mahasiswa Sastra Indonesia UNP Pascareformasi bangsa Indonesia harus menghadapi tantangan yang jauh lebih besar, baik itu permasalahan nasional maupun dari luar negeri. Berbagai kemelut pun melanda Tanah Air ini. Mulai dari krisis ekonomi, politik, nasionalisme serta moralitas yang jauh lebih mengancam ketentraman dan kedamaian kehidupan berbangsa dan bernegara. Kecenderungan pihak-pihak penguasa untuk mendahulukan kebutuhan pribadi atau kelompoknya, semakin meningkatkan ketidakpercayaan masyarakat kepada penguasa. Alhasil, berbagai tindakan, aksi bahkan pelanggaran hukum ikut serta mewarnai kehidupan masyarakat yang bermuara kepada instabilitas nasional. Kondisi ini menjadi perhatian utama sekaligus kegamangan bagi Dr. Mustari Mustafa, seorang pendidik ya...

Perfect Vibe: Perjalanan dan Perpindahan

Menginjak setahun bermukim di Jakarta, saya memutuskan untuk pindah tempat tinggal meski masih dalam wilayah yang sama. 2018 pun dimulai dengan menghuni kamar baru, ibu-bapak kos baru, teman-teman kos baru, asisten rumah tangga yang baru, dan kesibukan yang baru juga. Saya sengaja mengambil kamar yang menghadap ke atap-atap rumah penduduk, langsung bertatapan dengan langit, awan, dan matahari. Efeknya, sepanjang hari dan hampir tengah malam pintu kamar dan jendela selalu terbuka lebar menampung semua yang datang dari luar: udara dari empat penjuru, debu dari genteng-genteng, sinar mentari-bulan-bintang, suara nakal dari atap plastik tetangga yang lepas pakunya, serta semilir angin yang menjalar hingga ke lantai di bawah meja. Suasana ini tidak didapatkan setahun belakangan. Pernah terpikirkan tapi tak kunjung diwujudkan karena hari-hari penuh diisi dengan mengabdi kepada visi misi lembaga tempat bekerja. Jadi, pulang dari kerja diisi dengan istirahat, bermain game di bawah sinar la...