Skip to main content

Rusunawa Jangan Dibisniskan

Di tengah mahalnya sewa kos-kosan dan kontrakan, keberadaan asrama mahasiswa dan atau rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang dikelola pihak kampus, sudah seharusnya sebagai penolong bagi mahasiswa yang kurang mampu. Asrama dan atau rusunawa memang harus dikelola dengan baik, mengutamakan rasa kekeluargaan, sosial, sekaligus edukasi. Alhasil, selain memberikan fasilitas hidup yang murah kepada mahasiswa, asrama dan atau rusunawa bisa dijadikan sebagai ‘lembaga’ pendidikan nonformal bagi mahasiswa. Belajar mandiri, berinteraksi, dan berkarya, yang kesemuanya cukup representatif bagi mahasiswa di asrama dan atau rusunawa. Sayangnya, fakta yang bergulir, asrama mahasiswa dan atau rusunawa nyatanya tak jauh berbeda dengan penyedia jasa kos-kosan pada umumnya, yang hanya berorientasi pada uang. Jarang ada asrama mahasiswa yang gratis. Namanya saja asrama. Begitu pula dengan sewa rusunawa, yang kadang cukup mencekik leher. Pola pikir kampus yang kapitalistik segera dikurangi, kalau memang tak mau menghapuskan. Hendaknya pihak kampus lebih melek dengan kehidupan sekitar khususnya kehidupan mahasiswa, baik secara moril maupun materil. Tidak hanya bisnis melulu.

Comments

Popular posts from this blog

Gilby Mohammad

Etika Religius untuk Masyarakat Modern

Judul : Agama dan Bayang-bayang Etis Syaikh Yusuf Al-Makassari Penulis : Dr. Mustari Mustafa Penerbit : LKiS Yogyakarta Tebal : xii + 206 halaman Cetakan : I, Juni 2011 Harga : Rp 40.000,- Resensiator : Adek Risma Dedees, Mahasiswa Sastra Indonesia UNP Pascareformasi bangsa Indonesia harus menghadapi tantangan yang jauh lebih besar, baik itu permasalahan nasional maupun dari luar negeri. Berbagai kemelut pun melanda Tanah Air ini. Mulai dari krisis ekonomi, politik, nasionalisme serta moralitas yang jauh lebih mengancam ketentraman dan kedamaian kehidupan berbangsa dan bernegara. Kecenderungan pihak-pihak penguasa untuk mendahulukan kebutuhan pribadi atau kelompoknya, semakin meningkatkan ketidakpercayaan masyarakat kepada penguasa. Alhasil, berbagai tindakan, aksi bahkan pelanggaran hukum ikut serta mewarnai kehidupan masyarakat yang bermuara kepada instabilitas nasional. Kondisi ini menjadi perhatian utama sekaligus kegamangan bagi Dr. Mustari Mustafa, seorang pendidik ya...

Perfect Vibe: Perjalanan dan Perpindahan

Menginjak setahun bermukim di Jakarta, saya memutuskan untuk pindah tempat tinggal meski masih dalam wilayah yang sama. 2018 pun dimulai dengan menghuni kamar baru, ibu-bapak kos baru, teman-teman kos baru, asisten rumah tangga yang baru, dan kesibukan yang baru juga. Saya sengaja mengambil kamar yang menghadap ke atap-atap rumah penduduk, langsung bertatapan dengan langit, awan, dan matahari. Efeknya, sepanjang hari dan hampir tengah malam pintu kamar dan jendela selalu terbuka lebar menampung semua yang datang dari luar: udara dari empat penjuru, debu dari genteng-genteng, sinar mentari-bulan-bintang, suara nakal dari atap plastik tetangga yang lepas pakunya, serta semilir angin yang menjalar hingga ke lantai di bawah meja. Suasana ini tidak didapatkan setahun belakangan. Pernah terpikirkan tapi tak kunjung diwujudkan karena hari-hari penuh diisi dengan mengabdi kepada visi misi lembaga tempat bekerja. Jadi, pulang dari kerja diisi dengan istirahat, bermain game di bawah sinar la...