Wednesday, 27 May 2009

Senja Berselimut

Tatkala kata kabut kalbu penuh berlumurkan petaka bohong
Kerisauanku pada sejarah terdera sudah
Dan kusadari langkah ini berat terseret asa
Kereta ku tak mampu lagi bedakan aku dan kamu
Tak juga dikenal siapa ia

Terlarut dalam mimpi nyata kesemuan hari
Jauhnya pergi tak bisa kucegah dengan kecemburuanku

Pandangannya mengecil di kelok jalan sepi
Tak tampak dalam kesendirian dan semakin kabur dalam benakku

Ah…apa daya semua kenang hanya susunan waktu yang lebih cepat dari waktu ini
Tak berbeda jika dia alami kenyataan waktu justru tak kenal nurani mana yang ia singgahi
Sayang hari ini lebih sore dari hari kemarin dan lampu geladak tak bercahaya lagi ketika kita pernah bercerita tentang senja, waktu, dan lilin

No comments :

Post a Comment

Silahkan berkomentar ^_^