Friday, 4 June 2010

Pusaran Angin, Wisata Nyata Tak Terjamah




Jika anda ingin menikmati panorama alam danau kebanggaan masyarakat Batusangkar dan Solok, Danau Singkarak dari ketinggian, ada baiknya anda mengunjungi tempat ini. Namanya Pusaran Angin. Sesuai namanya, tempat ini adalah tempat perputaran angin dari arah timur ke arah barat. Tepatnya angin yang berhembus dari daerah Solok menuju Padang.
Kawasan wisata ini terletak di jorong Payorapuah, kecamatan Batipuah, kabupaten Tanah Datar. Pusaran Angin sendiri terletak di atas ketinggian sekitar… dari permukaan laut. Dari atas ini kita bisa langsung menyaksikan luas dan indahnya Danau Singkarak yang memisahkan dua kabupaten di Sumatra Barat, Batusangkar dan Solok.
Ditemani semilir angin dan kabut, anda akan sangat terbuai dan terpana. Seolah-olah anda sedang berada di atas awan. Jika anda sedang beruntung, cuaca cerah dan langit bersih di siang hari, maka anda akan sangat terkagum-kagum dengan panorama alam yang begitu memukau. Namun jika tidak, yang akan anda lihat hanyalah kabut tebal, yang membuat pemandangan hanya berjarak semester ke depan. Selebihnya kabut.
Belum lagi lereng Pusaran Angin. Sepanjang jalan menuju tempat ini, dipenuhi padi ladang milik masyarakat. Selain itu, pohon-pohon sawo berjejeran sepanjang jalan. Walaupun kawasan ini tempat wisata, namun masyarakat boleh bercocok tanam. Asal tidak merusak kawasan wisata ini.
Sekitar 200 meter menuruni jalan beraspal tipis dengan lebar 1,5 meter, tempat wisata Pusaran Angin, anda akan langsung disuguhi pemandangan yang eksotik. Telaga pemandian. Luas telaga ini sekitar seperempat hektar. Di telaga ini, kebetulan di belakang masjid, masyarakat menjalankan kegiatan sehari-hari; mandi dan mencuci. Air telaga ini tidak digunakan warga untuk memasak dan minum. Juga tidak untuk membuang hajat.
Airnya tidak terlalu jernih. Walau begitu telaga ini selalu ramai dikunjungi warga setempat. Bukan berarti mereka tidak memiliki sumur. Namun ini lah kebiasaan masyarakat sekitar. Jika anda berkunjung, anda juga harus mengunjungi telaga yang melegenda ini.
Andainya anda tertarik ke Pusaran Angin, anda bisa langsung ke tempat ini. Dari pasar Padang Panjang anda langsung saja ke Batipuah, sekitar 30 km perjalanan. Kendaraan yang tersedia ada ojek dan mini bus. Sayangnya mini bus hanya beroperasi pada Senin dan Jumat. Karena hari itu adalah hari pasarnya Padang Panjang. Dan penumpang lebih banyak waktu itu. Hari lainnya, mini bus ini tidak beroperasi ke Batipuah.
Pusaran Angin, adalah salah satu kawasan berpotensi di ranah Minang. Seperti tahun 2001 lalu, olahraga paralayang internasional pernah diadakan di tempat ini. Sebanyak 180 negara ikut serta dalam even tersebut. Ada dari Malaysia, Amerika, Australia, dan tentunya dari Indonesia sendiri serta negara lainnya. Karena potensi alamnya yang khas dan menarik.
Sayangnya, beberapa tahun terakhir olahraga ini, jarang diadakan di Pusaran Angin. Pasalnya, masih susahnya jangkauan pengunjung ke tempat ini. Akses transportasi masih minim. Serta pengembangan kawasan wisata pun dari pemerintah setempat belumlah maksimal. Hal ini terbukti dari kuantitas pengunjung ke Pusaran Angin. Tempat ini hanya diramaikan oleh wisatawan pada tahun baru, sesekali akhir pekan. Selebihnya tidak.
Masyarakat dan organisasi karang taruna setempat tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya menunggu kalau-kalau Pusaran Angin bisa menyaingi Ngarai Sianok, ya, setidaknya selevel. Namun hingga saat ini hal tersebut belum menampakkan tanda-tanda. Pusaran Angin masih sepi pengunjung, hanya angin yang berseliweran di tempat itu dan tak pernah bosan.

No comments :

Post a Comment

Silahkan berkomentar ^_^