Skip to main content

Posts

Gilby Mohammad

Recent posts

#10YearsChallenge: Sekuat Apa Dirimu?

Ketika dunia virtual hiruk pikuk dengan perubahan hidup selama 10 tahun, 2009-2019, satu hal yang terbayang kuat ialah sosok Abak yang berpulang di penghujung 2009. Lelaki tergolong muda dan kuat tersebut pergi jauh hari, 8 tahun, sebelum cucu perempuan pertamanya lahir ke dunia, Aru –disusul Dinda. Ia tak pernah melihat kedua gadis kecil tersebut. Tapi Amak, perempuan setia-penyayang-penuh kasih, yakin dan meyakinkan anak-anaknya bahwa Abak sering “pulang” ke rumah, melihat anak-anaknya, cucu-cucunya, dan tentu istri tersayangnya. “Tandanya”, kata Amak, “Jika cicak-cicak di dinding ini ramai bersahutan, itu Abak pulang”. Meski aku ragu, aku tak pernah menyangkal. Jika itu membuat Amak bahagia, lega, dan semakin ikhlas akan kepergian Abak, tak mengapa kugadaikan semua akal sehat dan nalarku. Hanya berselang beberapa bulan setelah ulang tahun Aru genap setahun, dan sepekan sebelum Dinda menanjak setahun, Uda Dedi, kakak kami tersayang, putra sulung Amak-Abak, berpulang dalam kondis

ASUS ZenBook 13: Laptop Istimewa Para Pejalan

Bagi para pejalan (traveler, tugas luar kota, dan peneliti) kadang suka was-was menyimpan laptop di koper dan masuk bagasi pesawat. Tetapi cukup berat dan merepotkan jika laptop dijinjing atau dikundang di punggung. Tak mungkin juga ditinggal karena ia instrumen primer dalam bekerja, baik indoor maupun outdoor . Alhasil, sering-sering, hubungan kita dengan laptop tak ubah macam hate-love relationship , benci tapi cinta, sebel tapi rindu, dekat mbosenin jauh ngangenin . Untuk mengakali itu semua saya moved on kepada laptop ASUS seri Notebook putih a.k.a Saun. Saun menjadi sobat setia yang menemani saya kian kemari berpindah kota dan pulau. It’s so handy , eye catching , ramping, dan nyaman dikundang. Saya bersyukur ASUS pernah mengeluarkan seri Notebook ini. Tampilannya asik dan bersahabat di kantong. Ia membantu saya keluar dari jeratan laptop yang besar, berat, dan membosankan. Kabar gembira pun kembali datang dari ASUS, brand idola saya untuk laptop dan tablet. Kali ini AS

Perfect Vibe: Perjalanan dan Perpindahan

Menginjak setahun bermukim di Jakarta, saya memutuskan untuk pindah tempat tinggal meski masih dalam wilayah yang sama. 2018 pun dimulai dengan menghuni kamar baru, ibu-bapak kos baru, teman-teman kos baru, asisten rumah tangga yang baru, dan kesibukan yang baru juga. Saya sengaja mengambil kamar yang menghadap ke atap-atap rumah penduduk, langsung bertatapan dengan langit, awan, dan matahari. Efeknya, sepanjang hari dan hampir tengah malam pintu kamar dan jendela selalu terbuka lebar menampung semua yang datang dari luar: udara dari empat penjuru, debu dari genteng-genteng, sinar mentari-bulan-bintang, suara nakal dari atap plastik tetangga yang lepas pakunya, serta semilir angin yang menjalar hingga ke lantai di bawah meja. Suasana ini tidak didapatkan setahun belakangan. Pernah terpikirkan tapi tak kunjung diwujudkan karena hari-hari penuh diisi dengan mengabdi kepada visi misi lembaga tempat bekerja. Jadi, pulang dari kerja diisi dengan istirahat, bermain game di bawah sinar la

Aruni dan Adinda: Penyuguh Sejuta Tawa

2017 adalah tahun yang indah. Tahun yang menghadirkan dua gadis kecil ke tengah keluarga besar. Amak kemudian dipanggil nenek, aku dipanggil tante. Pertama kali Aru sampai di rumah dari RS, satu keluarga hatinya penuh suka cita. Amak tidak berhenti dan tidak capek-capek menggendong Aru. Padahal Aru yang baru sampai di bumi dua hari hanya tidur dan tidur. Tapi amak memamerkan kepada siapa saja yang datang ke rumah baik yang sengaja melihat Aru maupun orang yang datang berbelanja, hahaha. Aku sendiri tidak bisa melakukan kerjaan lain selain yang berkaitan dengan Aru. Membaca tidak, mengikuti obrolan di grup whatsapp juga tidak, apalagi menonton. Hanya bergelut untuk urusan Aru dan mamanya. Aru cucu pertama amak sekaligus yang membuat aku sah sebagai tante. Begini rasanya dipanggil tante. Hatiku seperti taman bunga, di mana banyak kupu-kupu berterbangan, anak-anak kecil berlarian, dan orang-orang duduk bercengkerama santai di rumput hijau. Sinar mentari pagi menyemburkan kilauan di se

Marlina dan Empat Film Lainnya

Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak mau tidak mau dapat dikatakan sebagai pembangkit selera saya untuk menonton dan menulis tentang film Indonesia kembali. Daya tarik Marlina yang semakin besar tidak bisa dilepaskan dari prestasi yang diukirnya yang dimulai di luar negeri. Kesan dan review tentangnya menyerbu saya di timeline twitter, membawa saya ke banyak website yang membincangkan Marlina dari yang penulis penyuka film hingga peneliti film. Semua itu semakin mendorong saya untuk menonton Marlina segera mungkin. November 2017 niat itu pun terwujud meski dilanda kecapekan yang luar biasa karena pada waktu bersamaan baru selesai mengerjakan riset lapangan di Kalimantan. Marlina adalah film perjuangan. Perjuangan memperoleh keadilan kepada negara. Ia melaporkan kejahatan yang diterimanya berupa perampasan dan pemerkosaan di hadapan mayat duduk suaminya. Untuk membuktikan seseorang dirampok dan atau diperkosa, hukum negara selalu meminta bukti dalam pelaporannya. Bukti yang Ma

Balimau, Mandi Besar Masuk Ramadan

Setiap memasuki bulan puasa, Ramadan, balimau menjadi hal wajib bagi kami di rumah. Balimau merupakan mandi besar, mandi wajib sebelum menjalankan ibadah puasa. Tujuan balimau tentu saja untuk membersihkan dan menyucikan untuk menyambut bulan yang suci. Mandi besar ini dilakukan pada sore hari yang dilanjutkan dengan malamnya melaksanakan salat tarawih. Ini menjadi tradisi di keluarga besar kami di Pesisir Selatan yang kemudian berlanjut ketika tinggal di Mukomuko. Dulu, kalau di kampung, tradisi balimau dilengkapi dengan rempah-rempah dan air wangi. Rempahnya, yang saya ingat, ada bunga mawar dan daun pandan. Itu dua rempah yang paling saya ingat, sepertinya masih ada yang lain. Kata balimau terdiri dari imbuhan ba- dan limau. Ba- sendiri sama dengan ber-, sementara limau, bermakna jeruk. Terjemahan literalnya berjeruk atau memakai jeruk, hahaha. Sementara makna semantiknya memakai jeruk untuk membersihkan diri. Jeruk kan juga identik untuk membersihkan, mewangikan, dan membuat j