Thursday, 29 July 2010

Rusunawa Jangan Dibisniskan

Di tengah mahalnya sewa kos-kosan dan kontrakan, keberadaan asrama mahasiswa dan atau rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang dikelola pihak kampus, sudah seharusnya sebagai penolong bagi mahasiswa yang kurang mampu. Asrama dan atau rusunawa memang harus dikelola dengan baik, mengutamakan rasa kekeluargaan, sosial, sekaligus edukasi. Alhasil, selain memberikan fasilitas hidup yang murah kepada mahasiswa, asrama dan atau rusunawa bisa dijadikan sebagai ‘lembaga’ pendidikan nonformal bagi mahasiswa. Belajar mandiri, berinteraksi, dan berkarya, yang kesemuanya cukup representatif bagi mahasiswa di asrama dan atau rusunawa. Sayangnya, fakta yang bergulir, asrama mahasiswa dan atau rusunawa nyatanya tak jauh berbeda dengan penyedia jasa kos-kosan pada umumnya, yang hanya berorientasi pada uang. Jarang ada asrama mahasiswa yang gratis. Namanya saja asrama. Begitu pula dengan sewa rusunawa, yang kadang cukup mencekik leher. Pola pikir kampus yang kapitalistik segera dikurangi, kalau memang tak mau menghapuskan. Hendaknya pihak kampus lebih melek dengan kehidupan sekitar khususnya kehidupan mahasiswa, baik secara moril maupun materil. Tidak hanya bisnis melulu.

No comments :

Post a Comment

Silahkan berkomentar ^_^