Thursday, 7 May 2009

Sajak Adek Risma Dedees

Cerita setangkai mawar putih dan kekalutan

Deretan pagar bonsai

Luruhkan hatimu ketika laluinya

Tiga ramadhan lalu, kau masih bersamaku

Hiasai pelupuk matamu nan sayu

Ah, kau begitu putih

Tuk sebuah pengorbanan

Jangankan tangis, matamu tak berbisik lagi

Tangan ini, eluskan jenggot bonsai itu pada wajahku

Tiga ramadhan lalu, kau masih bersamaku

Derai tawa, temani bibirmu

Ya, kau begitu putih

Tuk sebuah pengorbanan

Tinggal kampung ini, ketika kau belakangiku

Dan si putih ini, merbaknya merona lagi

Cekal tenggorokanku pagi itu

Namun roda tak mungkin kuhentikan berputar

Ah, biarlah

Mati pun aku tlah sendiri

Lepaskan

Berat, ikhlasnya

Lemah, bisikannya

Kau jajari keretamu dengan ku

Kau kadokan sebuah senyuman iringi jalanku

Satu, dua, tiga lamanya

Ku mulai enggan bawa keretaku karena kau, bersamamu

Ku lepaskan tawaku karena kau, sambutanmu

Empat, lima, enam lamanya

Awan berirama

Mentari pun bernada

Keretaku berkeping, kau mengabur

Keretaku rongsok, kau tak terlihat

Keretaku hancur, kau semakin sayup

Hei!

Keretaku,,,keretaku,,,

Jika kau betah, ambil kembali kadomu

No comments :

Post a Comment

Silahkan berkomentar ^_^